Kekurangan Genteng Metal

Genteng modern yang biasanya digunakan untuk mengganti genteng dari tanah salah satunya adalah genteng metal. Tampilannya mirip dengan genteng lainnya. Hanya jenis bahan dasar yang membedakan.

Genteng metal terbuat dari campuran bahan-bahan logam seperti zincalume, baja ringan, dan galvanis. Bentuk genteng ini berupa lembaran yang memiliki ukuran panjang, lebar, dan ketebalan tertentu. Terdapat dua jenis genteng metal yang umum dijual di pasaran yaitu genteng polos dan genteng berpasir. Keunggulan dari genteng metal berpasir adalah mampu menahan panas matahari dan meredam suara air hujan lebih baik daripada genteng metal yang polos. Namun harga lebih mahal dibandingkan dengan genteng metal polos.

Kekurangan Genteng Metal

  1. Interior Terasa Panas

Masalah yang sering dikeluhkan pada rumah-rumah yang beratap genteng metal ialah suasana interiornya terasa gerah, sumpek, dan panas. Hal ini terjadi karena metal merupakan konduktor yang bagus sehingga panas dari terik matahari akan selalu diteruskan ke bagian bawahnya yang bersuhu rendah.

  1. Pengelupasan warna

Kelemahan lain dari genteng metal adalah bahwa warna bisa memudar atau mengelupas, meskipun bertahun-tahun garansi. Anda juga harus memastikan bahwa ketika pemasangan atap menghindari terjadinya goresan.

  1. Menimbulkan bising

Permukaan genteng mudah penyok jika diinjak terutama pada proses pemasangan, dan kebisingan jika terjadi kontak dengan lapisan, antara kelemahan utama. Sebagai contoh, jika terjadi hujan lebat dapat menimbulkan kebisingan pada permukaan atap. Namun hal ini tidak terlalu signifikan karena saat ini produsen telah membuat inovasi untuk mengatasi masalah ini dengan cara permukaan genteng metal dilapisi pasir, batu alam (batu koral). Hal ini dapat meredam suara berisik jika terjadi hujan, agar tidak licin, menahan suhu panas sinar matahari, dan memberikan tekstur tertentu untuk mempercantik penampilan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *